Kuharap kau tetap terjaga tirai langkah dengan doa. – with brojab

View on Path

Iklan

Biarkan setiap detik ini berjalan. Dan waktu pun akan segera bicara, di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita.

View on Path

Pedih mimpi yang menghampiri perjuangan kita. Kaca mata diri tak dapat menatap pasti. Sudut-sudut diskusi pun menjadi tak berarti, apalagi yang harus ku mengerti, saat hari ini masih tak jauh lebih berarti, dari setiap detik hidup yang penuh caci maki. Disetiap malam ku menyendiri, merangkum derita disetiap kesepian. Andai bisa ku rangkai angkasa, dan ku tulis perasaanku padamu. Akan ku tuang hingga batas maksimal kemampuanku.

View on Path

Dapatkah kau tetap bijak? Walau kepercayaan tertikam dari belakang. Dapatkah termaafkan salah? Lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka, reduksikan amarah di indahnya hegemoni kita. Di hadirat Ilahi ku bertahan. Dalam telapak tanganNya ku berteduh. Dan iman ini sejukkan nurani. Masih perdulikah Tuhan pada diri ini? Entahlah! Bersyukur lalu ku bersujud, rebahkan lutut takkan ku ratapi maut. Disetiap batas waktu ku berserah, dan restui rencana perjuangkan takdir hidupku.

View on Path

Di astana aku merana, disetiap air mata ku coba tetap membaca, diantara bahasa hati dan amarah. Langkah-langkah harapan yang hilang, lenyap bersama omong kosong yang membentang. Fasihnya kebebasan pun masih terkekang.

View on Path

Dan sebelum hal itu datang mari bersenang senang dulu 🐙🐙🐙 – with Lina, ianoon, deded, and dizak at Grand Panorama resto City View Restaurant

View on Path

Angin kehidupan terus bertiup.
Waktu selalu setia menemaninya berjalan.
Menghiasi kekompakan siang dan malam.
Dan matahari yang tak lelah iringi putaran bulan di planet ini.
Dan aku masih belum bisa memberikan apa-apa.
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai.

View on Path